UDC: Program Unggulan Laboratorium HI UNISRI yang Membentuk Calon Diplomat Masa Depan

UDC: Program Unggulan Laboratorium HI UNISRI yang Membentuk Calon Diplomat Masa Depan

Di Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), pembelajaran diplomasi tidak hanya dilakukan melalui teori di ruang kelas. Melalui UNISRI Diplomatic Course (UDC), mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang menyerupai praktik hubungan internasional yang sesungguhnya.

Sebagai program unggulan Laboratorium Hubungan Internasional merupakan agenda rutin yang wajib diikuti mahasiswa. Tenang saja, tidak ada pembiayaan tambahan untuk mengikuti agenda ini, karena sudah tercover dari biaya laboratorium mahasiswa. UDC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, public speaking, analisis isu global, hingga etika profesional dalam lingkungan internasional. 

Yang membedakan UDC dengan kegiatan akademik lainnya adalah pendekatan pembelajarannya yang komprehensif dan berjenjang. Setiap tahunnya, mahasiswa mengikuti serangkaian kegiatan yang saling terhubung mulai dari penguatan wawasan, pelatihan keterampilan diplomasi, hingga simulasi praktik internasional.

Diawali Seminar Nasional Bersama Praktisi Diplomasi

Rangkaian UDC 2026 dibuka melalui Seminar Nasional Diplomatic Course yang menghadirkan Dr. Salman Al Farisi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Afrika Selatan periode 2018–2022.

Melalui seminar tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika geopolitik global, perkembangan konflik internasional, serta tantangan yang dihadapi dunia diplomasi kontemporer. Kehadiran praktisi diplomasi menjadi bagian penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan realitas praktik hubungan internasional.

Berbulan-Bulan Berlatih untuk Simulasi Sidang PBB

Setelah memperoleh penguatan materi, mahasiswa memasuki tahapan utama UDC, yaitu persiapan Simulasi United Nations General Assembly (UNGA).

Berbeda dengan simulasi biasa yang dilakukan dalam waktu singkat, persiapan UDC berlangsung selama beberapa bulan. Mahasiswa mempelajari isu yang akan dibahas, melakukan riset mengenai negara yang diwakili, menyusun position paper, memahami prosedur sidang internasional, hingga berlatih teknik negosiasi dan penyusunan resolusi.

Menariknya, seluruh pelaksanaan simulasi dirancang dan dijalankan oleh mahasiswa sendiri. Mulai dari delegasi negara, sekretariat, hingga chairperson yang memimpin jalannya sidang merupakan mahasiswa yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan khusus.

Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi peserta sidang, tetapi juga memahami bagaimana sebuah forum internasional dikelola secara profesional.

Pada hari pelaksanaan, peserta menjalankan simulasi layaknya sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sesungguhnya. Mereka menyampaikan posisi negara masing-masing, melakukan diplomasi dan lobi antar delegasi, berdebat secara konstruktif, serta merumuskan solusi terhadap isu internasional yang sedang dibahas.

Menutup Rangkaian dengan Table Manner Course

Sebagai penutup, UDC dilengkapi dengan Table Manner Course yang dihadiri oleh Dekan FISIP UNISRI, seluruh dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, serta mahasiswa peserta UDC.

Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai etika jamuan resmi, tata krama dalam acara formal internasional, serta berbagai aspek profesionalisme yang diperlukan dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional.

Bagi seorang diplomat maupun profesional global, kemampuan berinteraksi secara elegan dan memahami etiket internasional merupakan kompetensi yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik dan diplomasi. Oleh karena itu, Table Manner Course menjadi pelengkap yang menyempurnakan pengalaman belajar mahasiswa selama mengikuti UDC.

Mempersiapkan Lulusan yang Siap Bersaing Secara Global

Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur mulai dari seminar nasional, pelatihan intensif, simulasi sidang PBB, hingga table manner course, UDC menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Prodi HI UNISRI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori hubungan internasional, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

UDC telah menjadi identitas sekaligus kebanggaan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI. Program ini mencerminkan semangat pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan berorientasi global dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi diplomat, analis internasional, aparatur pemerintah, maupun profesional yang mampu berkiprah di tingkat nasional dan internasional.

Bagi mahasiswa HI UNISRI, UDC bukan sekadar kegiatan tahunan. UDC adalah laboratorium diplomasi yang menghadirkan pengalaman nyata untuk belajar, berlatih, dan tumbuh sebagai warga dunia yang siap menghadapi tantangan global.

Leave a Reply