Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sukses menyelenggarakan Seokyo Fest 2026, sebuah festival budaya Korea dan Jepang yang berlangsung meriah di Auditorium UNISRI, Minggu 5 Juli 2026. Menggabungkan nama Seoul dan Tokyo, Seokyo Fest menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta budaya Korea Selatan dan Jepang sekaligus menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa Hubungan Internasional dalam mengimplementasikan diplomasi budaya.
Sejak pagi hingga acara berakhir, Auditorium UNISRI dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas budaya Korea dan Jepang, hingga masyarakat umum di wilayah Solo Raya. Antusiasme masyarakat bahkan telah terlihat sebelum hari pelaksanaan. Lebih dari 200 tiket telah terjual pada masa pra-acara, sementara jumlah pengunjung terus bertambah pada hari pelaksanaan, menjadikan Seokyo Fest 2026 sebagai salah satu kegiatan kemahasiswaan yang mendapat sambutan luar biasa.
Festival menghadirkan beragam kompetisi dan hiburan yang dikemas dalam suasana khas budaya Korea dan Jepang. Berbagai penampilan seperti K-Pop Dance Competition, J-Idol Performance, J-Coswalk, Random Play Dance, hingga Noraebang Competition berhasil menarik perhatian pengunjung. Kehadiran guest star, penampilan komunitas, serta berbagai hiburan interaktif membuat suasana festival semakin semarak dan memberikan pengalaman budaya yang menyenangkan bagi seluruh peserta.
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, Seokyo Fest juga diramaikan oleh puluhan tenant yang menawarkan aneka makanan, minuman, merchandise, serta produk kreatif bertema Korea dan Jepang. Area tenant menjadi salah satu pusat keramaian selama acara berlangsung, menghadirkan suasana festival yang hidup sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha lokal dengan komunitas budaya.
Di balik kemeriahan tersebut, Seokyo Fest memiliki makna yang lebih mendalam sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI. Festival ini merupakan implementasi konsep diplomasi budaya (cultural diplomacy), yaitu pemanfaatan budaya sebagai sarana membangun hubungan antarmasyarakat, memperkuat saling pengertian, dan meningkatkan kerja sama lintas negara melalui pendekatan nonformal.
Melalui penyelenggaraan Seokyo Fest, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan mengelola sebuah festival berskala besar. Seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan konsep, koordinasi dengan komunitas, kerja sama dengan sponsor dan media partner, pengelolaan publikasi, hingga pelaksanaan acara, dikerjakan secara kolaboratif oleh mahasiswa. Pengalaman tersebut menjadi sarana pengembangan kompetensi yang sangat relevan dengan bidang Hubungan Internasional, seperti komunikasi lintas budaya, negosiasi, manajemen kegiatan internasional, kepemimpinan, dan kerja sama multipihak.
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UNISRI menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Seokyo Fest merupakan contoh bagaimana mahasiswa Hubungan Internasional mampu menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam kegiatan nyata. Diplomasi tidak selalu dilakukan melalui perundingan antarnegara, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pertukaran budaya yang membangun saling pengertian dan mempererat hubungan antarbangsa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi organisator, komunikator, sekaligus duta budaya yang mampu menghadirkan pengalaman internasional bagi masyarakat.”
Keberhasilan Seokyo Fest 2026 menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang memperkuat kompetensi akademik mahasiswa. Festival ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Hubungan Internasional dapat diwujudkan melalui pendekatan yang kreatif, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui Seokyo Fest, HIMAHI UNISRI berharap dapat terus menghadirkan ruang interaksi lintas budaya yang inklusif sekaligus memperkenalkan nilai-nilai diplomasi kepada masyarakat. Ke depan, festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang, tidak hanya sebagai perayaan budaya Korea dan Jepang, tetapi juga sebagai ikon pembelajaran diplomasi budaya bagi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.