Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) Dalam Negeri, yang salah satunya dirancang untuk mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) pada 3–7 November 2025 di Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di pemerintahan dan sektor publik.
Bali dipilih sebagai lokasi KKI karena peran strategisnya dalam pariwisata internasional, perdagangan, dan administrasi pemerintahan yang berkaitan dengan urusan lintas negara. Mahasiswa HI berkesempatan melihat langsung bagaimana koordinasi antarinstansi dilakukan, mulai dari pengelolaan investasi, pelayanan publik, statistik ekonomi, hingga administrasi keimigrasian, yang semuanya relevan dengan studi hubungan internasional. Selain itu, Bali sebagai destinasi internasional memberikan konteks yang tepat untuk memahami diplomasi lokal dan tata kelola yang berdampak pada hubungan global.
Selama kunjungan, mahasiswa mengunjungi beberapa lembaga penting, termasuk International Tourism Development Center (ITDC), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali. Di masing-masing lokasi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan pejabat dan praktisi terkait, mempelajari prosedur kerja, alur administrasi, pengelolaan data strategis, dan koordinasi antarinstansi.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperluas wawasan internasional mahasiswa HI. Misalnya, kunjungan ke ITDC menunjukkan bagaimana sektor pariwisata beroperasi dengan standar global dan berdampak pada kebijakan ekonomi serta diplomasi lokal. Sementara kunjungan ke Kantor Imigrasi dan DPMPTSP memberikan pemahaman tentang regulasi, administrasi, dan mekanisme pelayanan publik yang penting dalam hubungan lintas negara.
Sekretaris Prodi HI, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, Hasna Wijayati, M.A., menekankan bahwa KKI ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebelum sebagian kelompok lainnya mengikuti KKI Luar Negeri, sehingga setiap mahasiswa memiliki pengalaman yang sesuai konteksnya. Sebagai informasi, Prodi HI tahun 2025 ini menyelenggarakan KKI dalam dua kelompok, yakni di Dalam Negeri tepatnya di Bali, dan di Luar Negeri, tepatnya di Malaysia.
“Meski berlangsung di dalam negeri, KKI bagi Prodi HI dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana prinsip hubungan internasional diterapkan dalam konteks pemerintahan, pelayanan publik, dan industri strategis di Indonesia, sebagai modal penting sebelum mereka menghadapi pengalaman global di luar negeri,” ujarnya.
Selain aspek pembelajaran, KKI ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring profesional dengan berbagai instansi. Interaksi langsung dengan pejabat dan praktisi memberikan wawasan tentang etika kerja, diplomasi, dan kolaborasi antarinstansi yang sangat relevan dengan karier di bidang hubungan internasional.



Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.